arggghhhhhh…
July 29, 2009
Altar Cinta..
July 27, 2009
Daun teh itu masih begitu muda untuk kau petik sayang..
Usah terburu-buru..biarkan kupu-kupu dan awan mendewasakannya..
Sekarang, kita susuri bukit ini..susuri cerita ini..
Di ujung kali berbatu itu, ada sebuah pondok yang indah..
Beratap ilalang..dan sebuah kolam yang penuh ikan..
Disanalah dulu aku bermain dengan angan dan harapanku..
Duduklah dan tataplah aku..dengan matamu itu..
Sayang..taukah kau betapa aku bahagia denganmu???
kaulah bidadari itu..
Angin bukit..kesejukan..wewangian teh..dan rona senja..menghias keangunanmu..
Mata yang bercahaya..senyum yang meneduhkan..
Kaulah perempuan yang selalu ada dimimpiku..disetiap inginku..
Pagi ini..dibukit ini..dipadang teh ini..
Biarkan kupu-kupu dan belalang menjadi saksi..
Biarkan awan menjadi peneduh pelaminan..
Dan biarkan bukit dan sungai berbatu ini menjadi altar cinta kita..
Hari ini..aku sujudkan jasadku..aku tinggalkan duniawiku..
Pagi ini biarkan lidah dan hatiku bercumbu memintamu..
Menjadi ibu untuk anak-anakku..
Menjadi teman perjalananku..
Menjadi istri untukku..
Hingga kelak disurga nanti..
Aku..mencintaimu..Nayla..
nb. Kisah seorang teman..
betapa bahagia..selamat ya!!!
Cintaku untuk sahabatku..
July 27, 2009
Pertama kali aku mengenalnya..adalah hari dimana aku kenal cinta..
Perasaan yang sungguh luar biasa..
Yang merubah segala kepatuhanku pada raga..
Dari tuturnya aku merasakan kesejukan lisan..
Dari tingkahnya aku merasakan kekaguman polah..
Kemandirian dan kepribadian yang aku dambakan..dari lelaki..
Mungkin dia orang yang aku cari dalam doaku selama ini..
Mungkin Tuhan mengirimkannya untukku..saat ini..
Kedekatan yang menggetarkan tiap sendi tulangku..
Wewangian tubuh yang memabukkan alam sadarku..
Sunguh aku terbuai dan larut dalam cinta yang fana ini..
Kesempurnaan yang ku puja..
Lelaki ini, begitu mewakili semua imajinasiku tentang pria..
Perasaan yang tak ku dapatkan dari lainnya..hanya dia..
Yang bisa membuatku tertunduk bila menatapnya..
Yang bisa mendetakkan jantungku saat bersamanya..
Bilakah dia lelaki yang surga ciptakan untukku?
Benarkah lelaki yang ada dipeluk sahabatku itu cintaku?
Aku terdiam dalam doaku..
Dalam sakitku..harapanku..
nb. Kesempurnaan datang..
Karena ketidaksempurnaan lainnya..
Kau menghantuiku..
July 27, 2009
Jakarta..10.30 pagi..kamar sempit di sudut kota..
Tahun ke enam..setelah kau pergi..
Hari ini..adalah hari dimana kita berpisah..dari cinta..
Terbangun dalam gundah..terikat oleh mimpi di ranjangku..
Wajah itu datang lagi..semalam..
Tangis itu begitu menyayat perasaanku..begitu perih..
Sudah tiga hari ini mimpi yang sama selalu hadir menemaniku..
Mimpi tentangmu..tentang kita di pertengkaran itu..
Matahari begitu terik..aku masih terdiam..menatap jendela usang..
Tak ada kicau burung..tak ada sapa lembutmu yang dulu hadir..
Enam bulan yang lalu..adalah mimpi terburukku..
Langkah ini ku jejakkan ke lantai yang beku..
Wajah ini ku basuh dengan doa yang khusyuk..
Udara yang berat..terhirup mencekik sisi paru-paruku..
Hari ini..aku seperti orang yang paling menderita..
Entah sampai kapan ku bisa terbebas dari mimipi-mimpi itu.,
Cermin kecil separuh badanku..tunjukkan raga yang rapuh..
Dan bulir-bulir keringat dingin yang mentertawaiku dengan arogansinya..
Tak ada lagi rona keceriaan di wajah yang memucat ini..
Bayangan tentangmu..selalu menghantuiku..selalu mengikat jiwaku..
Apa yang terjadi denganmu kini?
Kenapa aku tak bisa lepas dari belenggu cintamu?
Enam tahun..yang menyiksaku lewat kenangan..
Entah kapan semua berakhir..
nb. Kenangan akan cinta sejati..
Tak terlupa meski itu sebuah luka..
Seperti kataku dulu..
July 27, 2009
Aku pernah mengatakannya kepadamu..dulu..
Saat kita masih bersama..saat kita masih bercengkerama..
Mereka telah menjadikannya lelaki untukmu..
Meski kau sangkal itu..
Dan sekarang, lihatlah aku baik-baik dalam kenanganmu..
Apa yang terjadi kini?
Apa yang kau rasa kini?
Bukankah itu nyata dan menjadikanmu mengerti?
Lelaki yang dulu kau sangkal kini memelukmu erat..
Dan menjadikanmu ratu dalam hidupnya..seperti halnya aku..
Dan kerasnya hati tak lagi bisa kau ingkari..
Terkadang aku sendiri tak begitu menyukai perasaan ini..
Bayang yang menjadi nyata..yang menyakitiku perlahan-lahan..
Aku tak kan menghakimi..tak kan pula mencaci..
Aku hanya ingin kau tahu..apa yang ku pinta dulu..
Yang membuatku harus pergi..yang memaksaku tuk pergi..
Bukankah aku hanya ingin dipahami? Di mengerti?
Andai saja dulu kau mendengarku..
Seharusnya kau mengerti kenapa aku memilih pergi..
Aku hanya ingin semua bahagia..
Setiap dari kita hanyalah mencari arti..
Untuk diri sendiri..orang lain dan mereka yang mengerti..
Kini, semuanya kembali berjalan seperti dulu..
Kita menjadi dua manusia yang berbeda..berseberangan..
Saling mendoakan..saling melapangkan rasa yang tertinggal..
Apa yang terjadi..meyakinkan kita akan satu hal..
Cinta memilih kita..yang dia puja..
Tak bisa menyangkal..tak bisa disangkal..
Mengerti dan tak dimengerti..
Terganti dan tak terganti..
Semua adalah perjalanan..jejak yang terlewati..
Yang mungkin akan terkenang..suatu saat nanti..
Dariku..bahagiaku..
nb. Kedewasaan tak selalu membahagiakan..
Kedewasaan adalah pilihan..
Atas nama cinta..
July 27, 2009
Sore..satu jam sebelum aku pergi..dari kotamu..
Gerimis masih manja basuhi wajahku yang lusuh
Langit masih menghitam..angin dingin sesekali menampar wajahku..
4:30..jarum jam begitu lambat bergerak..
Saat ini, hanya ada kau dan aku..dan hamparan ilalang di tepian jalan..
Saat ini, jasad kita ditelanjangi alam..terdiam membeku.
Saat ini, kita berdua kan mengambil keputusan yang teramat penting..
Atas nama cinta..
Akankah kita kan terus bersama..dan berjuang lagi?
Atukah kita kan menyerah..dan menangis lagi?
Tertinggalkan waktu..
Dulu kita begitu bahagia..hingga mereka takjub karenanya..
Tapi..kini..semua berbeda..bukan hanya kau dan aku..
Tapi dirinya..dan mereka..yang membangun batas antara kita..
Atas nama cinta..dulu kita tegakkan kepala..dan lapangkan hati..
Hingga semua merinding karenanya..bergetar hatinya..
Dan menangis dalm doanya untuk kita berdua..
Atas nama cinta pula..kini kita harus bicara..dari hati..
Kekasihku,
Akankah kau ikut bersamaku?
Akankah kau tetap disampingku?
Akankah kau tetap menjaga mimpi itu?
Akankah?
Tanya yang terlepas..begitu dingin..
Gerimis telah berhenti..sisakan nuansa sendunya..
Dan kau memelukku begitu erat..tangis itu luruh juga..
Dan aku tahu jawaban yang kan kau katakan padaku..
Aku tahu aku telah kehilanganmu..
Aku telah merasakannya..
Angin begitu kencang..terbangkan mimpi dan cintaku..
Sore itu..
Kau dan aku..mencintai untuk tak saling memiliki..
Bercumbu lewat kata..berpeluk lewat rindu..
Hanya bahasa dan tutur kata..cinta kita dewasa..
Dan perpisahan ini tak kan membunuh cinta kita..
Dia kan tetidur lelap..dibalik awan mendungNya..
Teduhkan mimpiku..mimpimu..
Di hari yang lain..
nb. Pepisahan begitu menyakitkan..
jika ia lahir dari dogma dan tata..
66 tahun..
July 27, 2009
Satu-satu keyakinanku menguap..kepatuhan jasadku terkikis waktu..
Ragaku..tak lagi seindah dulu..tak lagi serupawan bangsawan..
Mataku rabun..rambutku memutih..dan suaraku setua kayu angsana di pinggiran sawah..
Entahlah, sudah berapa lama aku disini..di penantianku yang mengikat jasad..
sungguh, kadang ingin ku lepaskan saja jiwaku agar ku bisa terbebas dari waktu yang menyiksa..
Lihatlah pohon anggur di halaman pondok ini..
ia telah tumbuh begitu lebat..rantingnya menjaga atap pondok hingga tak roboh..
dialah pohon anggur yang dulu kau tanam dan memintaku merawatnya hingga kelak berbuah..
dan dibawahnya, setumpuk batu berlumut yang begitu tenang..
dialah makam sepasang kelinci putih yang dulu kau titipkan padaku..
dan semua itu..empat puluh tiga tahun yang lalu..
seminggu sebelum kau pergi meninggalkan mimpiku..tentangmu..
Kini, aku hanyalah lelaki tua berjanggut..bertopang patahan ranting anggur..
Yang masih menunggu..masih mengharap..masih mencari..di sisa hidup..
Andaikan kau masih ada..mungkinkah kita kan bertemu..
kemana lagi ku harus mencarimu?? Kenapa semua orang menutupmu dariku??
Sejuta tanya masih mengantri di otakku yang tak lagi bisa berpikir jernih..
sudahlah..kini ku hanya berdoa padaNya yang aku percaya..
Semoga masih bisa ku tatap wajahnya..bisa ku rasa nuansa..seperti ku pertama jatuh cinta..denganmu..
dan bila aku tiada, semoga kelak ia datang membasuh nisanku dan mendoakanku..
dan aku percaya, jika Tuhan telah memanggilmu maka kita kan bertemu di tamanNya..
Hujan turun lagi, dan aku harus kemasi rinduku..
semoga esok ku masih terjaga..
nb. Kesetiaan..penantian..
Akan terasa indah bila kita ikhlas menjalaninya..
Penerimaan..
July 27, 2009
Aku patahkan ego dan ketakutanku..
aku bersihkan naluri dari curigaku..
sudah saatnya aku menerimamu kembali dihatiku..
sudah waktunya aku merelakanmu hadir disini..
sebagai seorang teman saja..
mungkin itu kan menyembuhkan sakit yang pernah ada..
aku terlalu lelah tuk berlari menjauh dan meninggalkanmu..
aku terlalu sakit sembunyi dan menyelimuti diriku dari kelammu..
aku kan mencoba menerima kenyataan..kau memang ada di kisahku..
aku tak kan pernah bisa menghapus itu..menghapus takdirku kepadamu..
tetapi..sungguh ku mohon kepadamu..jangan kau katakan cinta itu..
karena aku telah menutup rapat hatiku..darimu..dari sakit itu..
biarkan aku menerimamu dan kau menerimaku sebagai sahabat..
sebagai teman..karena itu lebih membahagiakanku..saat ini..
aku tak memintamu tuk berhenti mencintaiku..mengharapkanku..
karena itu hak dan hidupmu..aku tak kuasa melarang..
tapi aku benar-benar tak bisa..
kalau kau memang ingin ada di hidupku lagi..
terima aku seperti itu..karena aku pun kan mencoba menerimamu..
seperti itu..
nb. Satu kisah bukanlah cerminan hidup..
biarkan ia menjadi prosa dalam perjalanan ini..
Kembali ke waktuku..
July 27, 2009
Aku menjelajah waktuku, ke masa laluku saat bersamamu..
Semoga saja aku temukan, awal kesalahan itu..
Seribu bekal dan tuntunan aku bawa serta..
Agar aku bisa merubah dan membelokkan cerita hidupku..
Lorong yang gelap..cahaya yang memudar..membatasi mataku..
Dan lihatlah, itu aku termenung dibawah keteduhan awan..
Apa yang aku lakukan disana?
Bukankah itu saat dimana aku terakhir kali melihatmu?
Awal kesalahan itu makin dekat denganku..mungkin diujung jalan sana..
Dan, terbukalah egoku saat ku melihat diriku ada ditempat berbeda darimu..
Bersama yang lain, bukan bersamamu..saat kau membutuhkanku..
Mungkin, inilah yang dulu kita ributkan..yang kau pertanyakan..
Inilah awal kesalahpahaman itu..inilah awal akhir kita..
Dan aku sadari, aku tak perlu merubah atau membelokkan kisah hidupku..
Karena aku mengerti, aku memang salah..kita berdua salah..
Pertengkaran..pemujaan diri pada emosi..
Aku runut cerita ini dan ku temukan satu arah ke jalan yang berbeda..
Itulah jalan dimana kita melangkah ke arah yang berbeda..
Dan itulah akhir kita..
Perjalanan ini membuatku semakin mengerti..
Mungkin aku tak perlu merubah takdirku..
Aku hanya perlu melihat diriku dan memperbaikinya..
Kita berdua perlu melakukannya..
Tuk menjadi lebih baik..lebih berarti..
nb. Tak perlu terus menyesal..
Kembali ke masa lalu dan cobalah mengerti..
Semua yang terjadi hanya sisakan pembelajaran..
Doaku untukmu, Perempuanku..
July 27, 2009
Dia bertanya kepadaku, apakah aku mau mendoakannya..
Untuk kebahagiaan dia dan kekasihnya disana..
Sungguh aku tak menduga dia kan bertanya seperti itu..
Siapa aku hingga doaku begitu berarti untuknya?
Bukankah aku lelaki yang dulu ia campakkan?
Kenapa ia datang dan memintaku berdoa untuknya?
Seandaianya dia mengerti..dalam sujudku..dalam nadiku..
Aku selalu mendoakan dan membingkai namanya dengan harapan..
Agar ia bahagia dengan hidupnya..dengan lelakinya..siapapun itu..
Tanpa perlu memintaku..
Aku mungkin bukan kekasih yang baik untukmu..
Aku mungkin bukan sahabat yang erat untukmu..
Tapi setidaknya aku bisa menjadi orang yang baik untukmu..
Hari ini, Tuhan memberiku satu tanda lagi..
Dan aku merangkainya menjadi lukisan hidupku..
Tentang perjalanan cinta yang tak tentu..
Dia dan kenangannya kan menjadi judul yang indah..
Dan aku masih berharap..lukisan ini akan terbingkai..
Dengan cerita yang berbeda..yang lahir dari pilihanNya..
Doaku..selalu ikhlas untukmu..kekasih..
nb. Terkadang, cinta begitu misteri..
terlalu banyak tanda dan jebakan..