Atas nama cinta..
July 27, 2009
Sore..satu jam sebelum aku pergi..dari kotamu..
Gerimis masih manja basuhi wajahku yang lusuh
Langit masih menghitam..angin dingin sesekali menampar wajahku..
4:30..jarum jam begitu lambat bergerak..
Saat ini, hanya ada kau dan aku..dan hamparan ilalang di tepian jalan..
Saat ini, jasad kita ditelanjangi alam..terdiam membeku.
Saat ini, kita berdua kan mengambil keputusan yang teramat penting..
Atas nama cinta..
Akankah kita kan terus bersama..dan berjuang lagi?
Atukah kita kan menyerah..dan menangis lagi?
Tertinggalkan waktu..
Dulu kita begitu bahagia..hingga mereka takjub karenanya..
Tapi..kini..semua berbeda..bukan hanya kau dan aku..
Tapi dirinya..dan mereka..yang membangun batas antara kita..
Atas nama cinta..dulu kita tegakkan kepala..dan lapangkan hati..
Hingga semua merinding karenanya..bergetar hatinya..
Dan menangis dalm doanya untuk kita berdua..
Atas nama cinta pula..kini kita harus bicara..dari hati..
Kekasihku,
Akankah kau ikut bersamaku?
Akankah kau tetap disampingku?
Akankah kau tetap menjaga mimpi itu?
Akankah?
Tanya yang terlepas..begitu dingin..
Gerimis telah berhenti..sisakan nuansa sendunya..
Dan kau memelukku begitu erat..tangis itu luruh juga..
Dan aku tahu jawaban yang kan kau katakan padaku..
Aku tahu aku telah kehilanganmu..
Aku telah merasakannya..
Angin begitu kencang..terbangkan mimpi dan cintaku..
Sore itu..
Kau dan aku..mencintai untuk tak saling memiliki..
Bercumbu lewat kata..berpeluk lewat rindu..
Hanya bahasa dan tutur kata..cinta kita dewasa..
Dan perpisahan ini tak kan membunuh cinta kita..
Dia kan tetidur lelap..dibalik awan mendungNya..
Teduhkan mimpiku..mimpimu..
Di hari yang lain..
nb. Pepisahan begitu menyakitkan..
jika ia lahir dari dogma dan tata..