Pagi yang sunyi..

Aroma musim dingin begitu berat..

Ilalang tumbuh dan bercumbu dengan dinginnya angin gunung..

Aku terduduk, menikmati setiap sisi jasad yang mengigil.

Pagi ini, pertama kalinya aku nikmati musim dingin di Leningate

Semangkuk gandum telah membeku menjadi batu

Aku terdiam di sudut pondok tanpa perapian,

Setumpuk surat, foto dan kenanganmu ku tatap lekat

Andaikan aku datang lebih awal, mungkin semua kan berbeda..

Mungkin saat ini kita berpeluk rindu dalam hangat buaian,

Kekasihku, biarlah musim terganti..

Biarlah salju mensucikan jasad dan deritamu,

Dan aku kan menjagamu, aku kan merawatmu,

Biarlah bukit memelukmu, biarlah rerumputan musim semi menyelimutimu,

Dan aku kan menaburkan eidelweis di sepanjang makammu..

Burung-burung kan berkicau menyambutmu di surgamu,

Aku selalu bersamamu..percayalah..

Meski kau tak sempat melihatnya..

Aku ada disini..disisimu..selamanya..

Tak ada lagi yang memisahkan jiwa kita..tak juga mereka..

Yang merenggutmu dariku..

Aku kan selalu bersamamu..

Kekasihku..

nb. Kematian tak kan menutup perasaan..

Ia hanya pintu abadi untuk mereka yang mengerti..

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.