Musim Dingin, Leningate..
July 27, 2009
Pagi yang sunyi..
Aroma musim dingin begitu berat..
Ilalang tumbuh dan bercumbu dengan dinginnya angin gunung..
Aku terduduk, menikmati setiap sisi jasad yang mengigil.
Pagi ini, pertama kalinya aku nikmati musim dingin di Leningate
Semangkuk gandum telah membeku menjadi batu
Aku terdiam di sudut pondok tanpa perapian,
Setumpuk surat, foto dan kenanganmu ku tatap lekat
Andaikan aku datang lebih awal, mungkin semua kan berbeda..
Mungkin saat ini kita berpeluk rindu dalam hangat buaian,
Kekasihku, biarlah musim terganti..
Biarlah salju mensucikan jasad dan deritamu,
Dan aku kan menjagamu, aku kan merawatmu,
Biarlah bukit memelukmu, biarlah rerumputan musim semi menyelimutimu,
Dan aku kan menaburkan eidelweis di sepanjang makammu..
Burung-burung kan berkicau menyambutmu di surgamu,
Aku selalu bersamamu..percayalah..
Meski kau tak sempat melihatnya..
Aku ada disini..disisimu..selamanya..
Tak ada lagi yang memisahkan jiwa kita..tak juga mereka..
Yang merenggutmu dariku..
Aku kan selalu bersamamu..
Kekasihku..
nb. Kematian tak kan menutup perasaan..
Ia hanya pintu abadi untuk mereka yang mengerti..