Enam
June 13, 2009
Dear kamu, perempuannya…
Ijinkan ku bercerita. Ini tidak seperti apa yang mengalir dari bibirnya dan selalu kau katakan indah. Bukan juga tentang ia yang mampu bertualang ke banyak cerita dengan keberdayaannya sebagai manusia. Bukan pula cerita tentang asmara drama yang kerap menghiasi layar kaca. Ini mengenai bebauan yang diterbangkan angin tentang kami. . bahwa diantara kami terdapat penghubung asa, bahwa diantara hati terdapat kerdipan jemari. bahwa diantara masa terdapat dua luka yang sama dan saling mengobati.
Priamu menyeruak terlalu larut dalam karya yang diciptakannya sendiri. Ia menjadikan semua ketidaknyamanan dalam cerita dan menghadirkan pembenaran dalam langkah.
kecup yang pernah hadir hanya ada dalam selembar kertas, sentuhan hanya sebatas monitor berwarna penuh rasa. tidak pernah ada apapun dalam keberadaan. Mari coba mendengar dengan logika, bukan telinga. kelak kamu akan mengerti. Ia tidak pernah menjadi ia yang kupikir kupahami..yang kamu pikir kau pahami..dan setiap orang yang mengatakan bahwa mereka memahami.hanya ia dan cerita yang diciptakannya.
untuk kamu…perempuannya..
